Search here...

Arsip

Showing posts with label Artikel Ilmiah. Show all posts
Showing posts with label Artikel Ilmiah. Show all posts

Thursday, 11 April 2019

STRATEGI INOVATIF PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MAN WONOSOBO JAWA TENGAH

Faisal Kamal
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Sains Al-Qur‟an



ABSTRACT

Pendidikan Agama Islam berperan penting terhadap pembinaan akidah akhlak. Dalam Pendidikan Agama Islam yang menjadi tujuan kependidikan Islam bukan hanya berupa transfer of knowledges, tapi juga dalam bentuk transfer of values yaitu pembinaan terhadap nilai-nilai moral dan spiritual keagamaan. Pada mata pelajaran akidah akhlak aspek yang dikembangkan merupakan ranah afektif yang berimplikasi pada ranah spiritual peserta didik yang membutuhkan suatu strategi dalam mengimplementasikan akidah akhlak dalam suatu proses pembelajaran. Madrasah sebagai lembaga Pendidikan Islam memiliki peran yang sangat dalam menciptakan, memberdayakan dan membina akidah akhlak peserta didik dengan seksama dan komprehensif. tujuan penelitian adalahUntuk mengetahui strategi dan model pembelajaran akidah akhlak di MAN Wonosobo Jawa Tengah. Strategi pembelajaran yang diterapkan berperan secara signifikan dalam meningkatkan mutu belajar peserta didik. Dalam pengembangan strategi pembelajaran inovatif, yakni dengan melibatkan aspek-aspek pembelajaran yang terdiri atas tujuan, materi, metode, media, dan penilaian. Penerapan strategi pembelajaran mengacu kepada proses kegiatan pembelajaran. Adapun aspek-aspek dalam proses kegiatan pembelajaran tersebut merupakan komponen-komponen pembelajaran yang merupakan bagian dari sistem pembelajaran.Langkah strategis yang dilaksanakan dalam menerapkan strategi pembelajaran inovatif dengan menggunakan variasi metode dalam proses pembelajaran, seperti metode ceramah, tanya jawab, penugasan, diskusi, dan demonstrasi.
https://ojs.unsiq.ac.id/index.php/ppkm
STRATEGI INOVATIF PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MAN WONOSOBO JAWA TENGAH

Wednesday, 10 April 2019

AKTUALISASI AJARAN KI AGENG SURYOMENTARAM SEBAGAI BASIS PENDIDIKAN KARAKTER

Faisal Kamal, Zulfa Indra Wahyuningrum


Abstrak

Terwujudnya insan yang berkarakter merupakan inti sari dalam sebuah proses pendidikan. Sebagai pendidik berkewajiban menanamkan nilai-nilai karakter terhadap anak didiknya melalui proses pembelajaran. Melalui pengenalan sejarah, pendidik dapat memperkenalkan tokoh-tokoh lokal, yang dimasa lalu memiliki pemikiran yang melampaui zamannya.
Sosok tersebut adalah Ki Ageng Suryomentaram, pengkajian terhadap pemikiran-pemikirannya dapat mengaktualkan kembali ajarannya sebagai acuan pembelajaran bagi generasi muda dewasa ini. Penelitian ini berupaya menunjukkan bahwa Ki Ageng Suryomentaram sebagai sosok yang bersahaja, dan juga seorang pejuang layak menjadi role model. Tentang bagaimana menjadi manusia seutuhnya yang dapat ditemukan pada inti ajaran-ajarannya (wewarah).
Penelitian ini merupakan kajian tokoh, yaitu Ki Ageng Suryomentaram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model kajian pustaka (library research) dalam pengumpulan data-datanya. Untuk pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, sedangkan analisisnya menggunakan analisis isi (content analysis).
AKTUALISASI AJARAN KI AGENG SURYOMENTARAM SEBAGAI BASIS PENDIDIKAN KARAKTER

SEJARAH (PENDIDIKAN) ISLAM MODERN DALAM PERSPEKTIF IBRAHIM M. ABU-RABI’

Nurul Mubin
Abstrak
Perdebatan kalangan akademisi Barat, politisi dan dewan keamanan AS semakin tajam menyusul berbagai serangan serupa meskipun tidak sedahsyat tragedi 11 September, sebagian kalangan memandang Islam politik, —khususnya menyangkut hubungan antara Islam dengan demokrasi—setidaknya terbagi atas dua arus besar; kelompok pertama adalah kelompok yang berkesimpulan bahwa Islam tidak beroposisi dengan demokrasi, kelompok kedua adalah kelompok yang berpandangan bahwa Islam oposisi dengan demokrasi. Kelompok ini beranggapan bahwa nilai fundamental Islam sangat cocok dengan demokrasi. Islam tidak anti demokrasi, tetapi antara Islam dan demokrasi dapat hidup secara berdampingan. Bukan saja sarjana pemikir Barat yang memiliki pandangan seperti ini, dikalangan ilmuan islam juga tidak sedikit yang berpandangan semacam ini. Ibrahim M. Abu Rabi’ dalam tema tulisan artikelnya yang berjudul “A Post- September 11 Critical Assessment of Modern Islamic History” dalam buku “11 September Religious Perspectives on the Causa and Consequences” mencoba mempertanyakan dan kemudian menjelaskan mengapa terjadi serangan terhadap AS oleh kelompok Muslim dari sudut
pandang rasionalisasi Al-Qur’an terhadap kekerasan. Sebab bagaimanapun juga tragedi tersebut telah mengubah image Barat terhadap Islam yang semakin negatif bahkan sudah sampai pada level mengerikan yakni gejala ketakutan yang dikenal dengan Islamphobia. Ibrahim M. Abu Rabi’ mencoba mengkaji tragedi tersebut dalam perspektif sejarah. Artikel ini secara garis besar berupaya membahas pemikirannya mengenai poin penting yang hendak dielaborasi, yakni: 1). pendidikan di dunia Muslim; modern atau tradisional. 2). Inspirasi Pemikiran M. Abu Rabi’ dalam Pembaharuan Sistem Pendidikan Agama Islam dilingkungan PTKAI dan PTU.
SEJARAH (PENDIDIKAN) ISLAM MODERN DALAM PERSPEKTIF IBRAHIM M. ABU-RABI’

CENTERED LEARNING APPROACH SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN KECERDASAN JAMAK ANAK USIA DINI (STUDI KASUS DI TK ISLAM PLUS MUTIARA YOGYAKARTA)

Yurita Erviana
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendekatan pembelajaran berpusat pada anak guna mengembangkan kecerdasan jamak anak usia dini di TK Islam Plus Mutiara Yogyakarta. Objek penelitian berupa pengembangan kecerdasan jamak anak usia dini di TK Islam Plus Mutiara Yogyakarta. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus untuk melihat suatu fenomena (kasus) sosial yang terjadi di TK Islam Plus Mutiara Yogyakarta. Tekik pengumpulan data penelitian diakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif menggunakan model analisis interaktif. Guna melihat kebsahan data penelitian, diperlukan adanya proses triangulasi dan pengamatan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa student learning approach sebagai suatu pendekatan pembelajaran di TK Islam Plus Mutiara Yogyakarta dilakukan dengan memberikan kebebasan pada anak untuk memilih dan menentukan sendiri aktivitas bermain maupun belajar. Selain itu, anak dituntut untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Temuan lainnya berupa anak terfasilitasi pengembangan kecerdasannya melalui kegiatan yang dipilih oleh anak dengan di dukung oleh sumber belajar yang memadai.
CENTERED LEARNING APPROACH SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN KECERDASAN JAMAK ANAK USIA DINI (STUDI KASUS DI TK ISLAM PLUS MUTIARA YOGYAKARTA)

UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANAMKAN SIKAP JUJUR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN ISLAM TERPADU RABBI RADHIYYAH CAWANG BARU

Siswanto - Asori
Abstrak
Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya prilaku mencontek dalam kegiatan belajar mengajar diantaranya dalam pembuatan tugas rumah, penilaian harian, dan juga penilaian semester. Dengan demikian seorang guru harus memiliki upaya atau cara untuk mengantrisipasi tindak kecurangan yang dilakukan oleh para siswanya. Karena dari segi agama mencerminkan akhlak yang tidak baik. Untuk itulah SMK IT RR Cawang Baru perlunya menanamkan sikap jujur kepada siswanya, dengan menanamkan atau memperbaiki sikap jujur kepada siswa sejak kini sama saja kita memperbaiki kejujuran bangsa di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bagaimana upaya guru pendidikan agama islam dalam menanamkan sikap jujur di dalam proses pembelajaran di SMK IT RR Cawang Baru? 2) Bagaimana upaya guru pendidikan agama islam dalam menanamkan sikap jujur di luar proses pembelajaran di SMK IT RR Cawang Baru? 3) Apa saja faktor penghambat dalam penanaman sikap jujur siswa di SMK IT RR Cawang Baru?. Pelaksanaan penelitian bertujuan untuk melihat seberapa jauh guru menanamkan sikap jujur siswa di dalam dan di luar proses pembelajaran serta faktor-faktor penghambat penanaman sikap jujur pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK IT RR Cawang Baru, sehingga tindak kecurangan tersebut dapat diatasi, dan untuk mencapai tujuan di atas, digunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis, dengan cara mereduksi data, memaparkan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang telah diteliti yaitu bahwasannya penanaman sikap jujur melalui mata pelajaran Pendidikan Agama islam di SMK IT RR Cawang Baru adalah sebagai berikut. Hasil rumusan yang pertama yaitu guru menanamkan sikap jujur dengan cara menggunakan mata-mata didalam kelas yang telah dipercayai, dan kejujurannya bisa dipertanggung jawabkan, dan dengan cara melatih siswa untuk puasa senin kamis. Kemudian metode ceramah, diskusi, nasehat, kisah dan teladan dan hasil pencapaiannya dari penanaman sikap jujur tersebut peserta didik dapat menerima dan memperaktekkan sikap jujur yang telah diberikan oleh guru. Dalam rumusan masalah yang ketiga merupakan faktor penghambat adalah mereka tidak mampu mengecek siswa di setiap waktu, karena keterbatasan mereka, karena seklah mereka masih masih satu hari belum boarding school sehingga sulit bagi mereka memantau kejujuran siswa ketika tidak berada disekolah dan juga aspek dari lingkungan siswa itu sendiri mulai dari aspek temannya.
UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANAMKAN SIKAP JUJUR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN ISLAM TERPADU RABBI RADHIYYAH CAWANG BARU

NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA TRADISI NYADRAN DI DESATRAJI KECAMATAN PARAKAN KABUPATEN TEMANGGUNG JAWA TENGAH

Muhammad Saefullah
Abstrak
Islam adalah agama rahmat bagi alam semesta sudah barang tentu kita sebagai orang muslim wajib untuk menjadikan Islam sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, karena terkadang kebiasaan ataupun norma-norma yang terbentuk dalam masyarakat tidak sesuai dengan ajaran Islam yang sudah kita yakini kebenarannya. Untuk itu dirasa perlu adanya pelurusan yang mengkiblat pada ajaran Islam, yang memang itu merupakan suatu hal yang mutlak dilakukan sebagai seorang muslim, yang tentunya hal itu tidak terlepas dari penterjemahan sebagai bentuk dari penggalian nilai-nilai ajaran agama Islam dalam memahaminya. Selebihnya perlu adanya metode-metode yang sesuai sebagai pendekatan yang digunakan dalam memahamkan Nilai- Nilai Pendidan Agama Islam dalam masyarakat. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui tujuan pelaksanaan tradisi nyadran yang ada di Desa Traji dengan fokus penelitian Ritual Nyadran di Desa Traji. Dalam mengumpulkan data ini peneliti menggunakan metode observasi, Interview, dokumentasi, angket, dan analisa data dengan prosentase. Populasi yang diambil dalam peneletian adalah seluruh masyarakat Desa Traji, sedangkan peneliti hanya mengambil beberapa untuk dijadikan sampel yang terdiri dari tokoh masyarakat, perangkat dusun, orang tua dan pemuda. Dari hasil penelitian ini dapat diperoleh data bahwa tujuan pelaksanaan ritual Nyadran adalah untuk mensyukuri diberikannya sumber air, memohon agar seluruh masyarakat Desa Traji diberi keselamatan, kesehatan dan rizki yang melimpah, memelihara kebudayaan peninggalan leluhur dan menjalin rasa persaudaraan antar penduduk Desa Traji.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA TRADISI NYADRAN DI DESATRAJI KECAMATAN PARAKAN KABUPATEN TEMANGGUNG JAWA TENGAH

TRADISI ISRA’ MI’RAJ SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER GENERASI MILLENIAL

Rifqi Muntaqo dan Alfin Musfiah
Abstrak
Penelitian ini membahas tentang nilai Isra 'Mi'raj dalam pembentukan karakter untuk peserta didik yang terdapat dalam QS Al-Isra ayat 1. Studi tersebut dimotivasi oleh betapa pentingnya nilai-nilai pembentukan karakter untuk peserta didik yang terkandung dalam peristiwa Isra Mi 'raj Nabi Muhammad SAW. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai Isra' Mi'raj secara mendalam dalam pembentukan karakter generasi millenial dan mereka dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dalam bentuk penelitian kepustakaan (Library research) dengan mengambil nilai-nilai objek Isra Mi'raj dalam pembentukan karakter untuk generasi milenial. Sumber data yang digunakan adalah sumber referensi umum dan khusus, teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan penelitian kepustakaan, teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan data dan meninjau buku-buku literatur yang mengandung teori. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi dan metode tahlili. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini meliputi: (1) Isra 'Mi'raj harus dilakukan dengan segenap jiwa dan raga manusia, bukan mimpi dan imajinasi, karena Nabi Muhammad dalam melakukan Isra' dengan semangat dan dalam keadaan sadar. (2) nilai-nilai karakter yang terkandung dalam QS Al-Isra ayat 1, seperti jujur, adil, sabar dan istiqomah. (3) implikasi tradisi Isra 'Mi'raj dalam QS Al-Isra' ayat 1, yakni ibadah atau dimensi spiritual, manusia dituntut untuk melakukan ibadah, karena orang yang selalu melakukan ibadah akan menjadi lebih baik, lebih sehat, lebih segar daripada orang yang tidak melakukan ibadah. Dikhususkan untuk orang tua, ternyata yang mengabdikan kepada orang tua sangat berpengaruh / strategi untuk pembentukan karakter generasi milenial. Melalui komunikasi yang efektif dalam merumuskan kebijakan pembentukan karakter untuk generasi milenial dan melakukan pengawasan bersama terhadap perilaku generasi milenial di sekolah dan di lingkungan rumah.
TRADISI ISRA’ MI’RAJ SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER GENERASI MILLENIAL

INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM AJARAN TAREKAT QADIRIYAH WA NAQSYABANDIYAH DI PONDOK PESANTREN AN-NAWAWI BERJAN PURWOREJO

Ngatoillah Linnaja
Abstrak
Penelitian ini termasuk jenis penelitian penelitian kualitatif di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo tahun 2016, dengan mengambil data primer melalui wawancara langsung dengan pengelola dan pengurus lembaga pendidikan tersebut. data sekunder, diperoleh melalui literatur yang ada relevansinya dengan penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah observasi, dan wawancara. Analisis memakai metode deduktif, induktif, dan deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan:(1) Tarekat ialah jalan mengacu kepada sistem meditasi maupun amal, yang merupakan petunjuk dalam melakukan ibadah sesuai dengan ajaran yang dicontohkan Nabi Saw sampai pada guru-guru yang sambung-menyambung tanpa putus. Tarekat Qodiriyah Wa Naqsabandiyah merupakan gabungan dari dua tarekat, yaitu Qodiriyah dan Naqsabandiyah sehingga menjadi sebuah tarekat baru, yang didirikan seorang sufi Indonesia bernama Syeikh Ahmad Khotib Sambas. Ajaran tarekat ini secara umum mempunyai lima pokok ajaran: Pertama, mempelajari ilmu pengetahuan yang bersangkut paut dengan pelaksanaan semua perintah, kedua; mendampingi guru-guru dan teman setarekat untuk melihat bagaimana cara melakukan suatu ibadah, ketiga; meninggalkan segala rukhá¹£ah dan ta’wÄ«l untuk menjaga serta memelihara kesempurnaan amal, keempat; menjaga dan mempergunakan waktu serta mengisikannya dengan segala wirid dan do’a guna memperkuat ke-khusyu’an dan hÅ«dur, dan kelima; mengekang diri jangan sampai keluar melakukan hawa nafsu dan supaya diri terjaga dari kesalahan; (2) Tarekat Qodiriyah Wa Naqsyabandiyah di Pondok Pesantren an-Nawawi Berjan Purworejo, pokok ajarannya tidak mengalami perubahan, dan silsilahnya kepemimpinannya dilakukan secara turun-menurun dari KH. Achmad Chalwani, dari ayahnya KH. Nawawi, dari ayahnya Syikh Zarkasyi, yang berguru kepada Syeikh Abd al- Karim, murid dari pendiri tarekat Syeikh Ahmad Khotib Sambas; (3) Ajaran Tarekat Qodiriyah Wa Naqsyabandiyah di Pondok Pesantren an-Nawawi Berjan Purworejo, memiliki kontribusi besar dalam membentuk nilai-nilai karakter santri, yakni: religius, jujur, disiplin, kerja keras, rendah hati, penghormatan kepada ilmu, serta hormat dan santun.
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM AJARAN TAREKAT QADIRIYAH WA NAQSYABANDIYAH DI PONDOK PESANTREN AN-NAWAWI BERJAN PURWOREJO

TAFSIR MUQARAN IBNU KATSIR DAN AL-MARAGHI Q.S. AL-ISRA’: 1

Nasokah
Abstrak
Tafsir Muqaran adalah penafsiran al-Qur’an yang membandingkan penafsiran dari beberapa mufasir. Lafadz muqarran berasal dari kata arab yakni: ( المقارنة ) yang berarti perbandingan.• Metode tafsir al-muqarran yang dimaksudkan penulis disini adalah sebagaimana yang diketahui oleh al-Farmawi yakni suatu metode tafsir al-Qur’an dengan mengemukakan ayat-ayat al-Qur’an yang ditulis oleh sejumlah para mufasir, dimana seorang mufasir menghimpun sejumlah ayat-ayat al-Qur’an, kemudian menulis kaji dan teliti penafsiran sejumlah mufasir mengenai ayat tersebut melalui kitab-kitab tafsir mereka. Apakah mereka penafsir dari generasi salaf atau khalaf, apakah mereka itu tafsir bi al-matsur, atau tafsir bi ra’yi.•• Dalam hal ini penulis akan membandingkan antara tafsir Ibnu Katsir dengan al-Maraghi tentang Q.S. al-Isra’: 1. Dari metode tafsir al-muqarran disini penulis berharap bisa meneliti dan berusaha membuat bandingan arah dan kecenderungan antara tafsir ibnu katsir dan maraghi dan berusaha menganalisa apa yang menjadi background mereka, sehingga kecenderungan mereka dapat dilihat dengan jelas apakah hanya cenderung dengan aspek i’rab dan balaghah, kisah dan peristiwa yang irrasional tanpa dalil aqli dan naqli, atau kecenderungan pada salah satu madzhab ataukah mereka terpengaruh dengan ide-ide ilmu alam atau teori-teori ilmiah lainnya.
TAFSIR MUQARAN IBNU KATSIR DAN AL-MARAGHI Q.S. AL-ISRA’: 1

Tuesday, 9 April 2019

PARTISIPASI KOMITE SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMK NEGERI 1 WADASLINTANG

Fathah Nurjanah dan Maryono
Abstrak
Penelitian ini bertujuan; 1) untuk mengetahui kualitas pendidikan agama islam di SMK N 1 Wadaslintang, 2) untuk mengetahui partisipasi komite sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama islam di SMK N 1 Wadaslintang, 3) untuk mengetahui faktor pendukung dan hambatan. bagaimana sekolah berkomitmen dalam meningkatkan kualitas agama islam di SMK N 1 Wadaslintang.
Dalam penelitian ini, kami menggunakan penelitian kualitatif. Pencarian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena tentang apa yang dirasakan oleh subjek penelitian secara holistik dengan kata-kata atau bahasa. Dalam mengumpulkan data, kami menggunakan wawancara, observasi partisipan dan studi dokumentasi. Dan menganalisis data, kami memakai analisis interaktif yaitu pengumpulan data, reduksi data, tampilan data, dan verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kualitas pendidikan agama islam sangat baik, hal ini ditunjukkan oleh aktivitas ibadah dhuha dan dhuhur yang dilakukan bersama dan pada hari Jumat, mereka pergi ke masjid untuk sholat bersama.2) peran komite sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam seperti: sebagai lembaga penasihat, sebagai agen pendukung, sebagai agen pengendali, dan sebagai agen eksekutif. 3) faktor pendukung seperti di bawah kepemimpinan yang baik, kinerja guru yang baik dan partisipasi orang dewasa siswa dan faktor hambatan antara lain kurangnya infrastruktur dan bisnis komite sekolah.
https://ojs.unsiq.ac.id/index.php/paramurobi
PARTISIPASI KOMITE SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMK NEGERI 1 WADASLINTANG

Sunday, 30 December 2018

ISU-ISU KONTEMPORER DALAM KONSTRUKSI PEMBAHARUAN PESANTREN

Faisal Kamal
Abstrak
Pesantren sebagai institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia berperan penting dalam memajukan perkembangan pendidikan Indonesia. Dewasa ini, perkembangan pesantren memperlihatkan kemajuan yang signifikan yang ditandai oleh semakin banyak pesantren yang melakukan pembaharuan dalam berbagai aspek, seperti inovasi kurikulum, manajemen pengelolaan, kepemimpinan dan metode pembelajaran.
Pesantren yang dikenal sebagai institusi pendidikan tradisional menunjukkan sikap progresif dengan melakukan berbagai perubahan dan inovasi sebagai upaya memajukan sistem pendidikannya. Kecenderungan positif ini mematahkan sikap skeptis kalangan yang beranggapan bahwa pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang anti perubahan.
Isu-isu seperti sekularisme, dikotomi, dan globalisasi berpengaruh terhadap perubahan pendidikan pesantren. Artikel ini secara spesifik membahas isu-isu tersebut melalui analisis telaah pustaka. Pesantren sebagai institusi pendidikan Islam diharapkan mampu bergerak maju sebagaimana majunya zaman. Pesantren sebagai institusi pendidikan Islam tetap berprinsip mempertahankan tradisi dan ciri khas dan terbuka terbuka terhadap pembaharuan.
ISU-ISU KONTEMPORER DALAM KONSTRUKSI PEMBAHARUAN PESANTREN

Thursday, 27 December 2018

TRANSFORMASI PENDIDIKAN PESANTREN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN ABAD 21

Faisal Kamal
Abstrak
Pesantren sebagai lembaga pendidikan awal yang bercirikan Indonesia (warisan era Walisongo), bentuk kelembagaan pesantren telah mengalami perubahan bentuk. Dewasa ini pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam bertransformasi dan memperlihatkan akselerasinya dalam perubahan sistem. Hal itu tampak pada unsur-unsur pesantren seperti tujuan pendidikan, kurikulum, metode, dan manajemen kelembagaan. Perubahan pesantren yang bersifat evolusi, sesungguhnya menegaskan bahwa pesantren bukanlah institusi yang jumud dan anti perubahan. Sikap pesantren dalam memperbaharui sistem pendidikannya justru memperlihatkan bagaimana proses perubahan dilakukan dengan hati-hati dan cermat. Hal itu terbukti dewasa ini semakin banyak bermunculan pesantren pesantren yang semakin progresif dalam memajukan sistem pendidikannya. Penelitian ini secara spesifik membahas bagaimana proses transformasi kelembagaan pendidikan pesantren berdasarkan telaah dan analisis kepustakaan. Adapun hasilnya adalah pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam telah bertransformasi dan mengalami perubahan yang dapat dilihat dari fungsi pesantren sebagai lembaga sosial dan pesantren sebagai lembaga pendidikan.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN PESANTREN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN ABAD 21

Thursday, 20 December 2018

PENGARUH MARKET DAY (BAZAR) TERHADAP MEMBANGUN JIWA WIRAUSAHA MAHASISWA UNSIQ JAWA TENGAH DI WONOSOBO

Eni Candra Nurhayati
Abstrak
Sebuah negara yang memiliki banyak wirausahawan (wirausaha) adalah negara yang ekonominya memiliki potensi cepat untuk maju dan dapat diklasifikasikan sebagai negara yang makmur. Karena itu, jika pembelajaran kewirausahaan tidak ada dalam agenda nasional suatu negara, cita-cita untuk keluar dari kemiskinan dan meningkat menjadi kemakmuran hanyalah utopia. Indonesia memiliki sekitar 400.000 pengusaha, atau sekitar 0,18 persen dari populasi. Sehingga Indonesia masih membutuhkan 12 pengusaha lebih dari sekarang. Sekolah atau pendidikan adalah tempat yang sangat strategis untuk menumbuhkan jiwa wirausaha. Secara keseluruhan dan berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa kegiatan market day (bazaar) berpengaruh signifikan terhadap pembentukan semangat wirausaha siswa. Dapat dibuktikan bahwa penyediaan kegiatan market day (bazaar) (X) dapat mempengaruhi perkembangan jiwa wirausaha siswa sebesar 58%. Sedangkan sisanya 42% disebabkan oleh variabel independen lain yang tidak diteliti. Keberadaan pengaruh ini dapat dibuktikan dengan t hitung = 17,342> t tabel 0,1256 sehingga Ho ditolak dan dengan demikian Ha diterima. Penolakan Ho diperkuat oleh nilai kesalahan peramalan 0,000 yang menunjukkan bahwa signifikansi yang digunakan adalah 0,05 atau 5% sehingga dapat dilihat bahwa hipotesis diduga menyediakan kegiatan pasar hari (bazaar) yang mempengaruhi perkembangan jiwa wirausaha siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data menggunakan SPSS, dapat diketahui bahwa penyediaan kegiatan market day (bazaar) di Kampus mampu membangun semangat Wirausaha Mahasiswa. Ini menegaskan bahwa kegiatan hari pasar (bazaar) di UNSIQ Jawa Tengah di Wonosobo memiliki pengaruh positif pada semangat Wirausaha Mahasiswa dan Kursus Kewirausahaan itu sendiri.
PENGARUH MARKET DAY (BAZAR) TERHADAP MEMBANGUN JIWA WIRAUSAHA MAHASISWA UNSIQ JAWA TENGAH DI WONOSOBO

Friday, 20 July 2018

PENINGKATAN KEMAMPUAN SANTRI MEMBACA AL- QUR’AN MELALUI PENDEKATAN ILMU TAJWID BUKU STANDAR TAJWID BACAAN AL-QUR’AN KARANGAN MAFTUH BASTHUL BIRRI (Studi Di Pondok Pesantren Ittihadut Tholibin Wonosobo)

Siti Muamanah

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peningkatan kemampuan santri membaca Al- Qur’an melalui pendekatan ilmu tajwid buku standar tajwid bacaan Al- Qur’an karangan Maftuh Basthul Birri, Studi di Pondok Pesantren Ittihadut Tholibin Wonosobo.
Penelitian ini diadakan di Pondok Pesantren Ittihadut Tholibin Wonosobo Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo, dengan subyek penelitian adalah semua santri yang ada yaitu yang berjumlah 110 responden.
Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yaitu mengungkapkan gejala secara holistic-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Adapun pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, interview, angket, dokumentasi dan analisis data dengan langkah-langkah: reduksi data, display data,dan penarikan kesimpulan (verifikasi).
Hasil dari penelitian diperoleh kemampuan membaca Al- Qur’an santri Pondok Pesantren Ittihadut Tholibin Wonosobo masih kurang ,yaitu dari tingkat SMP 53,3%, SMA 51,4%, kuliah 46,7%. Kemudian peningkatan kemampuan membaca Al- Qur’an santri Pondok Pesantren Ittihadut Tholibin Wonosobo dapat dikategorikan baik, yaitu tingkat SMP 63,3%, SMA 62,8%, kuliah 66,7%.
Kesimpulan hasil penelitian melalui pendekatan ilmu tajwid, buku Standar Tajwid Bacaan Al- Qur’an karangan Maftuh Basthul Birri santri ITB mengalami peningkatan yang sangat baik,yaitu tingkat SMP 80%, SMA 80%, dan kuliah 82,2%.
PENINGKATAN KEMAMPUAN SANTRI MEMBACA AL- QUR’AN MELALUI PENDEKATAN ILMU TAJWID BUKU STANDAR TAJWID BACAAN AL-QUR’AN KARANGAN MAFTUH BASTHUL BIRRI (Studi Di Pondok Pesantren Ittihadut Tholibin Wonosobo)

KONSEP PENDIDIKAN ISLAM BAGI REMAJA PERSPEKTIF QUR’AN SURAT YUSUF AYAT 23-29 (KAJIAN TAFSIR AL AZHAR)

Siti Lailiyah
Abstrak
Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji ayat ayat yang menceritakan tentang Nabi Yusuf yang mampu menahan godaan wanita yang mengganggunya dan mampu menahan nafsu birahi. Hal ini agar bisa diterapkan dalam pendidikan remaja untuk menanamkan nilai-nilai agama, etika atau moral dalam jiwa mereka sehingga tujuan pendidikan Islam untuk membentuk generasi muda menjadi insan kamil dapat terwujud, dan mereka pun tidak mudah tergoda dengan nafsu. Dalam penelitian ini penulis memilih Tafsir Buya Hamka untuk dijadikan literatur utamanya.
Adapun hasil dari penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut: (1) Dalam menulis Tafsir Surat Yusuf khususnya ayat 23-29, Buya Hamka berpesan untuk anak, cucu dan murid-murid beliau tentang bagaimana pentingnya didikan ayah terhadap anak di waktu anak masih kecil. Hal ini didasarkan pada pengalaman Buya Hamka sendiri ketia beliau masih berumur 10 tahun, beliau menyaksikan keshalihan dan kekerasan ayah beliau dalam mendidik anak-anaknya. Bekas didikan ayah beliau masih dirasakan sampai beliau berusia 65 tahun. (2) Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Qur’an Surat Yusuf ayat 23-29 yaitu: pentingnya sikap santun, tawadlu’ (rendah hati), tidak sombong, iman kepada Allah Swt, sabar, disiplin, tawakal, jujur, menjaga diri disertai iman yang kuat, pembelaan diri, usaha keras disertai keberanian dalam menegakkan kebenaran, rasa syukur, perlunya sikap netral dalam mengambil keputusan, sifat tasamuh, pentingnya kita menanamkan kewaspadaan, taubat dan perlunya untuk menegakkan keadilan.
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM BAGI REMAJA PERSPEKTIF QUR’AN SURAT YUSUF AYAT 23-29 (KAJIAN TAFSIR AL AZHAR)

KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAI DALAM MENANAMKAN AJARAN ISLAM PADA SISWA KELAS VIII (Studi Kasus di SMP Negeri I Sindang Kelingi)

Siswanto Eli Susanti
Abstrak
Berdasarkan observasi awal lapangan bahwa kompetensi pedagogik guru dalam mengelola pembelajaran di SMP Negeri 01 Sindang Kelingi ini masih bersifat konvensional, waktu yang digunakan sangat singkat, kurangnya media pembelajaran, kemudian didapatkan juga ada gejala bahwa kurangnya kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran atau rendahnya pengetahuan guru.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik guru PAI dalam menanamkan ajaran Islam pada siswa di SMP Negeri I Sindang Kelingi terutama dari segi aqidah dan akhlak.Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat guru PAI dalam menanamkan ajaran Islam pada siswa SMP Negeri I Sindang Kelingi terutama dari segi aqidah dan akhlak. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (fild reserch) dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah seluruh guru PAI SMPN I Sindang Kelingi yang berjumlah 3 orang, guru-guru lain, serta beberapa siswa kelas VIII untuk mengetahui kompetensi pedagogik guru. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah dengan reduksi data, penyajian data, dan vertification atau penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan kompetensi pedagogik guru PAI dalam menanamkan ajaran Islam pada siswa di SMP Negeri I Sindang Kelingi ini sudah cukup baik, mulai dari pemahaman wawasan guru, pemahaman terhadap peserta didik, kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran, kemampuan guru dalam mengevalusi hasil belajar, dan kemampuan guru dalam mengembangkan potensi siswa untuk mengaktualisasikan dirinya, namun belum maksimal. Dalam menanamkan ajaran Islam pada siswa, terdapat beberapa faktor penghambat kompetensi pedagogik guru dalam menanamkan ajaran Islam pada siswa diantaranya tidak ada keseriusan dan kurangnya minat siswa dalam belajar serta waktu yang digunakan sangat singkat sehingga tidak efisien, komunikasi siswa dan guru yang kurang baik sehingga pembelajaran tidak komunikatif, serta kurangnya media pembelajaran.
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAI DALAM MENANAMKAN AJARAN ISLAM PADA SISWA KELAS VIII (Studi Kasus di SMP Negeri I Sindang Kelingi)

INOVASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI SISTEM KREDIT SEMESTER (SKS)

Salis Irvan Fuadi
Abstrak
Pendidikan harus tanggap, inovatif dan aspiratif sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat. Penelitian ini mendeskripsikan tentang inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui Sistem Kredit Semester (SKS). Adapun inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui Sistem Kredit Semester (SKS) dapat diinovasi dalam hal kurikulum, materi, metode dan evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Inovasi terhadap kurikulum dengan Sistem Kredit Semester dengan pola kontinu. Inovasi  terhadap materi dilakukan dengan membagi mata pelajaran PAI menjadi 4 mata pelajaran yang terdiri dari PAI 1 Fikih, PAI 2, Akhalk, PAI 3 Al-Qur’an Hadits dan PAI 4 SKI. Inovasi metode pembelajaran yang ditawarkan untuk diterapkan secara keseluruhan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ialah student centered atau pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan pembelajaran kolaboratif. Adapun inovasi evaluasi pembelajaran secara umum dilakukan dengan memperhatikan dan berpegang pada karakteristik dan prinsip-prinsip pengembangan evaluasi yang tetap mengacu sesuai model evaluasi atau penilaian pada kurikulum 2013.
INOVASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI SISTEM KREDIT SEMESTER (SKS)

ETOS KERJA ISLAM DALAM PENDIDIKAN ISLAM

Rifqi Muntaqo
Muhammad Khozinul Huda
Abstrak
Etos sebagaimana dipahami sebagai dua nitai moral sebagai satu kesatuan kebaikan tindakan yang selalu dilakukan atau suatu tindakan terpuji dilakukan pada bidang profesi tertentu. Pertama, orientasi nilai-nilai moral sebagai dasar sikap moral seseorang dalam bersikap dan bertindak sebagai bagian profesinya dan bisa menjadi standar yang sebaiknya atau seharusnya diikuti bagi orang lain dan masyarakat tertentu pada masanya. Kedua, bukti praktik dan cara pelaksanaannya tentang hat itu. Oleh karena itu, bukti bahwa nilai-nilai moral sebagai dasar sikap moralnya tindakan terpuji ini, berarti di satu pihak berada pada dataran pikiran atau konsep, serta di pihak lain dihayati pelaksanaannya dalam kehidupan atau pada salah satu bidangnya.
Suatu pekerjaan penting didasarkan pada tiga dimensi kesadaran yang dimiliki manusia, yaitu; Dimensi Makrifat, dimensi makrifat didasarkan pada kemampuan seseorang untuk mampu memahami tanda-tanda yang telah ditebarkan Allah SWT sebagai rahmat bagi makhluq-Nya. Dimensi Hakikat, pemahaman sikap diri untuk menetapkan sebuah tujuan kemana arah tindakan dilangkahkan. Dan Dimensi Syariat, orientasinya bahwa tindakan lebih membekas daripada sekedar berkata (action speaks louder than a word).

Mencapai etos kerja islami dalam pendidikan diantaranya memiliki sikap percaya diri dan optimis, perasaan jiwa yang merdeka, keyakinan Allah always in my heart, berwawasan yang luas dan mendalam, berjiwa kompetitif dan positif, berwibawa, dan yang terpenting kemampuan memprediksi masa depan dengan baik.
ETOS KERJA ISLAM DALAM PENDIDIKAN ISLAM

PERKEMBANGAN NILAI AGAMA DAN MORAL (STTPA TERCAPAI)

Siti Nurjanah
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan nilai agama dan moral anak usia dini dalam mencapai STPPA dan untuk mengetahui apasaja yang dapat mempengaruhi perkembangan nilai agama dan moral anak usia dini dalam mencapai STPPA. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara kemudian subjek dalam penelitian ini adalah  siswi Taman Kanak-Kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Sapen Yogyakarta  dengan nama Siti Aisyah Khaira. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perkembangan nilai agama dan moral subjek sudah tercapai sesuai dengan standar tingkat pencapaian perkembangan anak.
PERKEMBANGAN NILAI AGAMA DAN MORAL (STTPA TERCAPAI)

AKUNTABILITAS SEKOLAH; SUATU UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN MADRASAH

Maryono
Abstrak
Tidak salah jika banyak orang memiliki citra buruk pendidikan Islam saat ini. Karena pendidikan islami memiliki kualitas yang kurang baik, rendahnya partisipasi masyarakat dalam mengembangkan sekolah, dan kurangnya jaringan di dunia. Karena itu, perlu langkah baru dalam mengelola sekolah yang merupakan akuntabilitas. Akuntabilitas diasumsikan meningkatkan kualitas pendidikan madrasah.
Artikel ini ditujukan; a) untuk memahami konsep akuntabilitas pendidikan, b) untuk memahami implikasi penerapan akuntabilitas pendidikan untuk pendidikan islam.
AKUNTABILITAS SEKOLAH; SUATU UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN MADRASAH